wibiya widget

One Klik for Jutaan Rupiah

Garuda

Radio Urang Awak

Translate Article

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

SMS Gratis


Make Widget

punkmuslim.co.cc

Rok Mini “Dimata Lelaki”

Posted by permana anak lugom On 5:18 AM 0 comments

 Soal rok mini ini memang menggelitik. Saya sendiri di dalam dilema yang besar. Alasannya, pertama karena saya laki-laki. Kedua, karena saya belum pernah memakai rok mini. Sebagai orang berpendidikan, saya khawatir perspektif saya terhadap rok mini ini menjadi sangat subyektif, dipenuh asumsi, dan ngawur.

Tapi sebenarnya saya selalu ingin mengajukan pertanyaan kepada setiap pengguna rok mini atau celana super pendek di area publik demi mendapat sudut pandang yang obyektif dari si pemakai agar saya tidak salah sangka:

1. “Mbak-mbak, boleh tau apakah dengan rok mini yang mbak pakai itu, saya atau kami boleh menikmati paha mbak?”
2. “Kalau boleh, apakah mbak memang sengaja agar kami melihatnya? atau malah risih kalau kami melihatnya?”
3. “Atau tolong jelaskan kepada kami, bagaimana seharusnya kami boleh menikmati paha mbaknya biar mbak merasa nyaman dan kita bisa sama-sama menikmati, agar saya merasa aman dalam menikmati, dan mbaknya nikmat juga dilihati?”

Pertanyaan ini sebenarnya penting untuk ditanyakan sebagai dasar ilmiah untuk mengambil kesimpulan, tapi belum kesampaian saya tanyakan sampai saat ini. Malu nanyanya. Dan saya memilih untuk menikmati rok mini tersebut dengan diam-diam, dengan “etika” yang saya karang sendiri agar tidak berdampak sosial yang buruk.

Ada yang bilang ini soal iman. Kalau iman kuat, rok mini lewat. Saya kira setiap orang beriman yang jujur, kalau ditanya pasti menjawab akan timbul pikiran bukan-bukan ketika menjumpai perempuan muda berpaha indah memakai rok mini atau celana pendek sekali di tempat umum.

Tidak usah jauh-jauh, saya sendiri akan mengaku beriman, sholat tidak pernah lewat, kadang-kadang juga ngaji, tapi rok mini is rok mini, daya tariknya sungguh sering melewati daya tangkal iman. Kalau ada yang bilang “Pikiran situ saja yang jorok“, duh, ingin sekali saya jawab “Saya sudah susah payah membersihkan pikiran dari yang nggak-nggak, tapi situ lewat sambil menjorok-jorokkan paha …. memaksa untuk dilihat“.

Soal hak, semua memang punya hak masing-masing. Selama masih berada di tempatnya, hak menjadi sesuatu yang aman bagi dirinya maupun orang lain.

Contohnya merokok. Saya yakin itu adalah hak. Tidak seorangpun kecuali keluarga dan orang-orang yang bergantung hidupnya pada perokok boleh melarang orang untuk merokok. Tetapi ketika merokok di tempat umum, hak itu jadi tidak aman untuk orang lain. “Tolong ya mas, merokoknya di ruang merokok, atau menggunakan helm full face saja biar asapnya tidak terhirup oleh saya“. Gimana kalau perokok menjawab, “Ya situ saja jangan hirup asap saya kalau memang tidak suka bau asap“. Kira-kira Anda mau langsung mengajak adu hantam tidak?

Mamainkan musik adalah hak. Tetapi ketika bertetangga, genjrang-genjreng di jam dua pagi di depan rumah orang, kira-kira akan membuat tidur orang terganggu tidak? Gimana kalau ketika ditegur si penggitar menjawab “Tolong ya Bu, kalau memang tidak suka dengan suara gitar saya, ibu jangan dengerin suaranya, gitar-gitar saya kok ibu yang repot“. Kira-kira si ibu akan melempar sandal atau tidak? Kalau bermainnya di dalam kamarnya sendiri, di studio musik kedap suara, saya kira volume sebesar apapun tidak akan jadi masalah. Minimal tidak jadi masalah untuk orang lain.

Sama jadinya dengan rok mini dan hot pant. Di rumah, rok mini akan menjadi sangat asik. Aman, dan nyaman buat semuanya. Apalagi di kamar, tidak pakai rok pun akan semakin menambah suasana jadi lebih sesuatu banget Dan, semua orang akan merasa happy dan dijamin aman.

Tapi di boncengan sepeda motor, di busway, di jalanan … duuuh biyung, please mbak, bu, kalau sekadar saya yang lihat dijamin akan aman. Karena nafsu dan pikiran saya akan saya manage sedemikian rupa sehingga akan hanya meledak tanpa melukai Anda. Tapi kalau yang nafsunya meledak itu lelaki yang sedang sakit parah jiwanya dan tak tau tempat?

Pemerkosa adalah orang yang sedang sakit jiwanya. Dan kata orang tua, mencegah lebih mudah dan murah dari pada mengobati. Mengobati mereka tetap harus dilakukan karena bisa membahayakan orang lain, berapapun biaya material dan sosial yang dibutuhkan, termasuk kita memberi makan mereka di penjara seumur hidup.

Tapi sambil mengobati, akan lebih cerdas, mudah, dan murah kalau kita semua juga ikut mencegah, salah satunya dengan tidak mengguanakn rok mini di tempat umum. Masih banyak pilihan busana yang lain, yang tetap menarik (tanpa menggoda) dan pantas.

Cara ini pasti lebih murah sebelum ada yang menjadi korban lelaki sakit jiwa. Kecuali, kalau memang rok mini telah menjadi sumber penghasilan pengenanya.

Mbak-mbak, ibu-ibu. Sebagai lelaki, saya selalu mengagumi perempuan. Dalam teori saya, perempuan itu setiap inchi kulitnya adalah fashion. Karena itu, benang dililit-lilit pun ke beberapa bagian tubuh, sudah seperti keindahan yang menyeluruh. Perempuan juga sangat ekspresif. Mereka suka bicara, suka berdandan, suka “menunjukkan” keindahan dirinya. Itu memang kodratnya.

Dan sedikit ini komentar lelaki. Kami-kami ini juga sangat ekspresif. Tapi berbeda caranya dengan perempuan. Kami tidak terlalu suka bicara, suka berdandan, menunjukkan keindahan diri sendiri. Tapi langsung bertindak.

Sebagian yang lain, ekspresinya malah tidak terlihat sama sekali. Tetapi sesuatu di balik celananyalah yang langsung bereaksi.

Maka, seperti Bang Napi bilang, kejahatan terjadi bisa bukan karena niat pelakunya, tetapi ketika ada kesempatan.

Category : edit post

Pembangkit Listrik Teraneh di Dunia

Posted by permana anak lugom On 6:57 AM 0 comments

Masalah krisis energi sudah menjadi masalah dunia internasional, karena bahan bakar Fosil yang semakin menipis dan semakin mahalnya minyak dunia. Kali ini membahas 5 pembangkit Listrik teraneh didunia yang dapat menyelesaikan masalah krisis energi saat ini:

1. Pembangkit listrik Tenaga Mayat



Apa mungkin mayat menjadi sumber tenaga listrik? Jawabannya, iya, tepatnya di krematorium Inggris. Karena Jera dengan Limbah merkuri yang meresahkan masyarakat dari sisa pembakaran mayat, krematorium melakukan renovasi besar-besaran dan hasilnya pembakaran mayat yang sebelumnya meresahkan masyarakat kini dapat dimanfaatkan menjadi tenaga Listrik 250 Kwh atau setara dengan menyalakan 1500 unit televisi di rumah.


2. Pembangkit Listrik Tenaga Hewan


Jepang tak henti-hentinya melakukan inovasi yang unik dan aneh, mereka membuat sebuah pohon natal penuh lampu tapi anehnya mereka memakai tenaga listrik yang dihasilkan dari hewan, mereka mengunakan belut listrik untuk menyalahkan lampu-lampu pohon natal. Caranya cukup mudah, mereka hanya menyiapkan aquarium yang memiliki elektroda (anoda dan katoda), dan hasilnya listrik tenaga hewan siap digunakan.


3. Pembangkit Listrik Tenaga Air Toilet


Ini juga tidak kalah unik dan gila, menurut survei rata-rata setiap orang buang air 7000 liter setiap tahunnya di toilet model fluhsher, bayangkan kalau seluruh dunia. Maka milyaran air akan terbuang sia-sia dan mubazir, dari itulah muncul ide gila ciptaan oleh Tom Broadbent. Dia menciptakan tenaga listrik tenaga air buangan toilet yang dinamakan Hydro Power. Cara kerjanya adalah dengan memutar turbin dari hasil air dari toilet yang selanjutnya akan menghasilkan tenaga listrik pada generatornya. Sayangnya, Indonesia belum menerapkan hal ini.


4. Pembangkit Listrik Tenaga Petir


Yang satu ini harus menunggu petir datang dulu. Tidak berlaku pada saat musim kemarau. Logikanya bahwa petir mempunyai muatan (+), dan media yang digunakan harusnya bermuatan (-). Mudah, kan? Satu yang harus kita lakukan adalah membuat perangkat bermuatan negatif dan ditempatkan ditempat yang tinggi. Dan kalau berhasil maka Anda memiliki listrik untuk seisi kota selama satu bulan karena satu sambaran petir saja menghasilkan 220 Volt, dan kalau gagal maka rumah Anda akan terbakar seketika.


5. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah


Nah yang ini nih paling inovatif, membangkitkan listrik dengan menggunakan sampah sebagai sumber tenaga Listrik. Tepatnya di Korea Selatan membuat pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) terbesar di dunia dengan kapasitas 50 megawatt tepatnya di kota Incheon, bayangkan PLTS dapat menyuplai listrik ke 180 ribu rumah tangga dan penghematan impor minyak Korsel sampai 500 ribu barel pertahunnya. Kalau pakai ini otomatis masalah sampah dan Krisis Listrik di indonesia bisa diatasi ya. Karena indonesia adalah ladangnya sampah khususnya kota-kota besar di Indonesia.”

Category : edit post

Siapa sangka, bahwa orang Minangkabau di tahun 1798 sudah berhasil melumpuhkan tentara Napoleon Bonaparte di Pertemuran Pyramids. Tokoh tersebut adalah yaitu Haji Piobang, Haji Sumanik dan haji Miskin menjadi tentara Turki dibawah Jenderal Muhammad Ali Pasha, sebagai Janissary Cavalry (tentara berkuda) dan Artillery serta Haji Miskin sebagai ahli tempur Padang Pasir (Hermit). Kemenangan dalam pertemuran tersebut sekaligus menghambat gerakan Napoleon untuk memasuki kawasan Asia seperti; India dan Indonesia (Onggang dalam buku Tuanku Rao ; hal , 91).
Selama 16 tahun Haji Piobang, Haji Sumanik dan haji Miskin  meninggalkan kampung halaman Minangkabau, menurut buku tersebut karena belajar di Universitas Al Azhar Mesir dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup seorang Minangkabau. Semasa belajar di Mesir, ketiga haji tersebut di atas terpaksa harus masuk prajurit tentara Turki waktu itu menguasai Mesir .Karena bakat dan keteguhan hati pemuda Minangkabau yang pemberani dan keberhasilannya dalam berperang yang dimilikinya semasa menjadi tentara Turki  dan timur tengah. Terutama membanting pasukan Napoleon Bonaparte di medan tempur Pyramids yang terkenal itu. Kemudian tokoh pemuda Minangkabau menjadi terkenal di dunia tempur Padang pasir yang tandus. Sekaligus mendapat kenaikan pangkat  dari captain menjadi colonel  Cavalry Piobang dan Mayor artillery Sumanik serta sang Perwira Hermit Haji Miskin terkenal dalam perang  hidup mati di padang pasir (hendra maut), oleh Jenderal Muhammad Ali Pasha (Turki).

Kira-kira di tahun 1800 ketiga haji ini pulang dari tanah suci pulang menuju Minangkabau Indonesia. Kepulangan ketiga haji tersebut bersama satu orang lainnya haji dari Sulu Philipina bernama haji datuk Onn atas saran dari Abdulah Ibnu Saud penguasa Arab Saudi waktu itu yang beraliran Wahabi (Onggang, Buku Tuanku Rao, hal; 92).
Empat orang haji (satu orang haji Datuk Onn Sulu Pilipina) pulang bersama menuju daerah asal masing masing dengan tekad untuk menegakkan dan memurnikan Islam sekaligus mengusir penjajah yang kafir yang menguasai daerah mereka (Belanda di Indonesia dan Spanyol di Pilipina). Sesampai di Minangkabau ketiga haji Minangkabau ini bertemu dengan Tuanku nan Renceh seorang ulama terkemuka alumni Universitas Ulakan Pariaman, serta alumni Pendidikan Islam Koto Tuo dan perguruan Islam lainnya.

Menyusun Negara Darul Islam tahun 1804-1821
Menurut catatan sejarah dalam buku “Tuanku Rao oleh M. Onggang P”, bahwa Tuanku Nan Renceh bersama ke tiga haji yang baru datang tersebut segera menyusun rencana pembersihan Islam di Minangkabau. Selanjutnya segera menyusun Negara Darul Islam di markas Kamang Agam. Maka lahirlah negara “Darul Islam” dengan pasukan tempur dibawah komondo Haji Piobang dan Haji Miskin serta Haji Sumanik yang ahli dalam banyak peperangan di timur tengah dan Turki yang dinamakan Tentara Paderi (Kaum Putih). Dalam beberapa tahun kiprah tentara paderi begitu besar dan radikal dalam menegakkan dan membersihkan Islam dari paham yang bertentangan dalam masyarakat.
Walau akhirnya Negara Darul Islam ini hancur dalam pertempuran Air Bangis tahun 1821. Pertempuran ini menyebabkan mati pahlawan Tuanku Rao dan beberapa tuanku lainnya secara syahid melawan penjajah Belanda. Tetapi perlu diingat bahwa perjuangan kaum Paderi ini telah merubah peta Islam khususnya di wilayah Sumatera bagian tengah dan utara sampai hari ini.Sulit dicari di tahun 1800 an sudah ada putera Minangkabau menjadi colonel di luar negeri dan berhasil menjadi pahlawan melawan gerakan musuh dari manapun. Termasuk dari dunia Eropah yang berusaha menyerang dunia Asia termasuk Indonesia. Memang begitu hebat orang Minangkabau waktu itu, termasuk banyak tokoh pejuang Islam yang belajar dan berjuang di negara asing, hanya untuk menegakkan Islam dan membawa masyarakat terbebas dari paham jahiliyah.

Kebanggaan Orang Minangkabau
Tidak sekedar kebanggaan saja yang diperlukan dalam mempelajari sejarah para tokoh termasuk tokoh yang kontradiktif. Tetapi terpenting adalah merupakan sebagai pelajaran tersendiri dari generasi ke generasi. Menanamkan jiwa dan semangat untuk memotivasi generasi berikutnya untuk menjadi pejuang yang keras, ulet dan tekun dalam mempertahankan agama dan bangsa dari penindasan dan ketertinggalan.
Disamping tokoh tiga haji tersebut, banyak tokoh lain yang patut menjadi panutan generasi mendatang. Terutama tokoh penegak dan pendiri Islam seperti Sjech Burhanudin Ulakan, Sjech Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Sjech Inyiak Jambek, Sjech Inyiak Joho, Sjech Inyiak Candung, Sjech Inyiak Parabek, Buya Hamka dan banyak Sjech lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Karena keberhasilannya dalam membawa agama Islam serta menegakkan Islam serta pendidikan lainnya di Minangkabau selama ini.Termasuk juga yang patut kita banggakan dan hormati adalah Tuanku Nan Renceh bersama Haji Piobang, Haji Sumanik dan Haji Miskin dari aliran keras dengan paham wahabi dari Mazhab Hambali. Dan banyak kemungkinan bahwa cara kekerasanlah yang dapat menurut tokoh-tokoh tersebut untuk menanamkan agama Islam kala itu. Walau semua orang boleh berbeda pendapat bahwa itu tidak sesuai dengan paham sekarang dengan menanamkan agama. Karena secara persuasive dan tanpa kekerasan dan melalui pendidikan dan contoh serta teladan serta kebaikan yang diutamakan.

Menelusuri Jejak Sejarah Tokoh Tiga Haji.
Pada suatu saat, penulis bersama Datuk Pati Marajo (penulis Buku Minangkabau) sengaja berkunjung ke, nagari-nagari; Piobang, Sumanik dan Pandai Sikek di Kabupaten 50 Kota dan Tanah Datar. Karena menurut sejarah bahwa nagari-nagari tersebutlah merupakan tempat asal usul para tokoh di atas.Dari peninjauan lapangan ke tiga nagari asal para tiga haji tersebut, ditemukan adalah kuburan para ketiga haji yang telah di rawat oleh Cagar Budaya sebagai peninggalan sejarah yang tercatat dalam sejarah budaya nasional Indonesia. Namun tidak banyak informasi yang kami temukan tentang asal usul dan kelahiran serta masa kecil beliau, serta tidak adanya catatan tentang riwayat perjuangan yang ditemukan di sana.
Menurut orang kampung ada tokoh tertentu yang memiliki cerita tentang kehidupan para tokoh ini dan tidak banyak orang yang tahu siapa tokoh ini sebenarnya dan apa perjuangan beliau. Dengan arti kata bahwa sejarah perjuangan tokoh penegak Islam ini kurang popular di mata masyarakat. Walau ada hanya semacam cerita dari mulut kemulut dari kaum yang tua-tua tentang keberadaan ketiga tokoh ini. Namun semua orang sepakat mengatakan bahwa tokoh tersebut adalah sangat pemberani dan di takuti serta sekaligus tidak disenangi di kampung masing-masing.Terdapat catatan sejarah yang ditemukan dari beberapa buku dan literature lama oleh para peminat sejarah seperti buku Tuanku Rao oleh M. Onggang P. Mengatakan bahwa ketiga haji tersebut sewaktu pulang dari Tanah Suci membawa aliran Wahabi yang waktu itu masih berkuasa di Arab Saudi dengan Mazhab Hambali ke Minangkabau. Setiba di Minangkabau ke tiga haji ini langsung melakukan pembersihan terhadap hal hal yang bertentangan dengan ajaran Islam seperti; Judi, Sabung Ayam, Minum Tuak dan kebiasaan lainnya yang menyimpang.
Namun Ketiga Haji ini mendapat perlawanan keras dari masyarakat kampung sendiri, Karena sepak terjang yang sangat keras, dan radikal dalam memurnikan Islam melalui pedang terhunus. Tidak sedikit manusia yang menjadi korban karena kebiasaan yang masih melanggar agama Islam seperti Judi, Sabung Ayam, Minum Tuak dan lainnya. Sehingga ketiga tokoh tersebut dan tentara Paderi tidak menjadi popular sampai hari ini.
Kemudian dengan pertemuan dengan Tuanku Nan Renceh alumni Universitas Ulakan Pariaman, kira-kira tahun 1804 disusunlah rencana pendirian Negara Darul Islam dengan Tentara Paderi di bawah pimpinan Haji Piobang. Haji Piobang, Haji Sumanik dan Haji Miskin aman dan dijamin oleh Tuanku Nan Renceh hidup di Kamang Agam, sekaligus menyusun Negara Darul Islam dan tentara Paderi. Berdirilah Markas Islam di Kamang dengan Mazhab Wahabi dan sekaligus lembaga pendidikan semacam universitas Islam. Disamping Universitas Islam di Ulakan di Pariaman dengan Mazhab Syiah. Walau sekarang tidak ada sedikitpun bekas sebuah Universitas dan Markas Islam dengan jumlah murid mencapai ribuan orang dan 32.000 ekor kuda untuk pasukan Cavalry (tentara berkuda).
Sedangkan murid dan anggota pasukan Paderi adalah dari Minangkabau dan dari Sumatera Utara seperti Pongkinanggolan Sinambela alias Tuanku Rao, Peto Syarif alias Tuanku Imam Bonjol (Pahlawan Nasional), Hamonongan Harahap alias Tuanku Tambusai, Idris Nasution alias Tuanku Lelo, Tuanku Lintau, Tuanku Hitam dan lainnya.Sekian sekelumit sejarah ringkas tentang ketiga haji yaitu Haji Piobang, Haji Sumanik dan Haji Miskin yang boleh dikatakan telah merubah peta dunia Islam khususnya di bumi Sumatera Tengah dan Utara dan mungkin menjalar ke daerah lainnya di Nusantara. Apabila pembaca menemukan cerita lain dari tokoh yang sama mungkin bisa saling melengkapi, karena cerita ini kebanyakan dari kutipan Buku karangan “Mangaradja Oanggang Parlindungan dalam Judul Tuanku Rao ” dalam Terror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak 1816 – 1833, Penerbit Tandjung Pengharapan.

SUMBER

Category : edit post
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ingat Waktu (WI)

Mutiara

If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.

Jualan Jersey Bola Online

Saatnya Sholat

Followers

free counters