Apa sih yang salah dari negeri ini??
Negeri yang alamnya kaya tapi juga kaya akan bencana alamnya...
Belum hilang di ingatan kita bencana gempa bumi yang melanda kepulauan mentawai (26 oktober 2010) yang diikuti terjangan tsunami yang menelan ratusan jiwa.
Disaat bersamaan negeri tercinta ini kembali dilanda meletusnya gunung merapi di Yokyakarta yang menelan puluhan orang.
Apa sih sebenarnya yang terjadi?, bencana seakan datang silih berganti dan tak mau pergi (kayak nyanyi aja ya) dan tak mau pergi. Dosa apa yang telah diperbuat oleh negeri ini, sehingga para bencana tak pernah angkat kaki dari indonesia.
Dua hari setelah kejadian, negeri ini memperingati hari yang sangat bersejarah bagi Indonesia, yakninya HARI SUMPAH PEMUDA.
Taukah kita arti dari sumpah pemuda tersebut?
Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.
Isi Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda versi orisinal:
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:
Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


0 Response to "Antara Gempa, Gunung Merapi dan Sumpah Pemuda"
Post a Comment